L E J I T K A N P O T E N S I M U ! P e r u b a h a n B a n g s a d i T a n g a n P e m u d a , P e r u b a h a n P e m u d a D i T a n g a n - M u !

Monday, 11 April 2011

Jejak Langkah Marc Ladreit de Lacharrière Sukses di Usia Muda


Marc Ladreit de Lacharriiere terlahir dan dibesarkan dari keluarga Lacharrière di Kota Nice, Prancis. Dia lahir pada tanggal 6 November 1940. Tidak banyak pemberitaan yang bisa merekam jejak masa kecilnya.

Nama Lacharrière baru mulai dikenal di dunia bisnis Prancis pada 1961. Pada tahun itu, di saat usianya baru menginjak 21 tahun, dia memulai karier bisnisnya dengan mendirikan usaha penerbitan media. Yakni majalah remaja bertajuk Mademoiselle.

Bisnis itu dilakoninya saat masih menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Ekonomi Université de Paris. Sayang, bisnis media yang dirintis dengan susah payah itu berakhir. Lacharrière menjual media itu sesaat sebelum melanjutkan studi di Elite Nationale d'Administration (ENA) pada tahun 1974.

Keputusan itu diambilnya lantaran ingin merintis karier di industri perbankan. Bank pertama tempat Lacharrière meniti karier sebagai bankir adalah Bank of Suez. Di bank itu, kariernya juga terhitung singkat, hanya sampai tahun 1976. Kendati kariernya di bank itu masih seumur jagung, Lacharrière telah berhasil menduduki posisi eksekutif.

Selepas dari Bank of Suez, Lacharrière meneruskan kariernya di perusahaan terkemuka Prancis, yaitu L'Oreal. Di perusahaan itu, dia bekerja selama 15 tahun. Hingga akhirnya menduduki jabatan sebagai wakil presiden eksekutif keuangan dari tahun 1984 hingga 1991.

Selama kurun waktu tersebut, Lacharrière juga menjabat posisi top di perusahaan lain. Dia, misalnya, pernah berada di jajaran direksi Synthelabo SA, perusahaan farmasi milik pemerintah Prancis dari tahun 1986 hingga 1991. Selain itu, menduduki posisi yang sama di Bank Mutuelle Industrielle (Bank Reksa Industri) pada tahun 1988-1990, yang kemudian bersalin bentuk menjadi Société de Banque Occidentale (SDBO), Bank Masyarakat Barat.

Pada 1991, Lacharrière mencoba kembali mengasah bakat bisnisnya dengan membangun perusahaan sendiri di sektor jasa keuangan. Bendera usahanya itu adalah Financiere Marc de Lacharriere (Fimalac). Perusahaan ini bergerak di sektor pendanaan korporasi. Sejumlah perusahaan yang pernah mendapat kredit dari Fimalac, antara lain, Varlogar, La Sofrès, Lille Bonnières, Centenaire Blanzy, Crédit Lyonnais, France Télécom, Air France, Sefimeg, Comptoir Lyon Allemand Louyot, Casino, Flo, AGF, Canal +, Renault, Strafor Facom, Secap, dan LBC.

Fimalac memfokuskan usahanya di sektor jasa keuangan melalui sejumlah entitas bisnisnya, seperti Fitch Group. Lembaga ini memiliki unit usaha Fitch Ratings, lembaga pemeringkat terbesar ketiga di dunia. Pada tahun 2006, omzet perusahaan ini € 457 juta.

Kehebatan Lacharrière mengelola bisnis di sektor jasa keuangan membuat namanya semakin populer di Prancis. Karena itu, selain menjabat sebagai Ketua Eksekutif Fimalac, dia juga diminta oleh sejumlah kelompok bisnis untuk menduduki jabatan penting di perusahaannya.

Pada periode tahun 1997-2000, Lacharrière pernah menjabat sebagai anggota dewan pengawas dari Group Casino Flo, Direktur L'Oreal, Anggota Dewan International Renault-Nissan, dan Anggota Dewan Penasihat Bank Prancis. Kesuksesan sebagai pengusaha dan eksekutif di berbagai perusahaan tidak menjadikannya sombong. Dia tetap rendah hati dan memiliki jiwa sosial tinggi.

Dia mendirikan Yayasan Keragaman Budaya pada 2006. Tujuan Lacharrière membangun yayasan ini adalah menciptakan warisan budaya kontemporer di tingkat sosial. Kegiatannya di bidang sosial, akhirnya membawa Lacharrière menjadi Ketua Dewan International Musees de France atau museum Prancis pada 1997. (suMarc Ladreit de Lacharriiere terlahir dan dibesarkan dari keluarga Lacharrière di Kota Nice, Prancis. Dia lahir pada tanggal 6 November 1940. Tidak banyak pemberitaan yang bisa merekam jejak masa kecilnya.

Nama Lacharrière baru mulai dikenal di dunia bisnis Prancis pada 1961. Pada tahun itu, di saat usianya baru menginjak 21 tahun, dia memulai karier bisnisnya dengan mendirikan usaha penerbitan media. Yakni majalah remaja bertajuk Mademoiselle.

Bisnis itu dilakoninya saat masih menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Ekonomi Université de Paris. Sayang, bisnis media yang dirintis dengan susah payah itu berakhir. Lacharrière menjual media itu sesaat sebelum melanjutkan studi di Elite Nationale d'Administration (ENA) pada tahun 1974.

Keputusan itu diambilnya lantaran ingin merintis karier di industri perbankan. Bank pertama tempat Lacharrière meniti karier sebagai bankir adalah Bank of Suez. Di bank itu, kariernya juga terhitung singkat, hanya sampai tahun 1976. Kendati kariernya di bank itu masih seumur jagung, Lacharrière telah berhasil menduduki posisi eksekutif.

Selepas dari Bank of Suez, Lacharrière meneruskan kariernya di perusahaan terkemuka Prancis, yaitu L'Oreal. Di perusahaan itu, dia bekerja selama 15 tahun. Hingga akhirnya menduduki jabatan sebagai wakil presiden eksekutif keuangan dari tahun 1984 hingga 1991.

Selama kurun waktu tersebut, Lacharrière juga menjabat posisi top di perusahaan lain. Dia, misalnya, pernah berada di jajaran direksi Synthelabo SA, perusahaan farmasi milik pemerintah Prancis dari tahun 1986 hingga 1991. Selain itu, menduduki posisi yang sama di Bank Mutuelle Industrielle (Bank Reksa Industri) pada tahun 1988-1990, yang kemudian bersalin bentuk menjadi Société de Banque Occidentale (SDBO), Bank Masyarakat Barat.

Pada 1991, Lacharrière mencoba kembali mengasah bakat bisnisnya dengan membangun perusahaan sendiri di sektor jasa keuangan. Bendera usahanya itu adalah Financiere Marc de Lacharriere (Fimalac). Perusahaan ini bergerak di sektor pendanaan korporasi. Sejumlah perusahaan yang pernah mendapat kredit dari Fimalac, antara lain, Varlogar, La Sofrès, Lille Bonnières, Centenaire Blanzy, Crédit Lyonnais, France Télécom, Air France, Sefimeg, Comptoir Lyon Allemand Louyot, Casino, Flo, AGF, Canal +, Renault, Strafor Facom, Secap, dan LBC.

Fimalac memfokuskan usahanya di sektor jasa keuangan melalui sejumlah entitas bisnisnya, seperti Fitch Group. Lembaga ini memiliki unit usaha Fitch Ratings, lembaga pemeringkat terbesar ketiga di dunia. Pada tahun 2006, omzet perusahaan ini € 457 juta.

Kehebatan Lacharrière mengelola bisnis di sektor jasa keuangan membuat namanya semakin populer di Prancis. Karena itu, selain menjabat sebagai Ketua Eksekutif Fimalac, dia juga diminta oleh sejumlah kelompok bisnis untuk menduduki jabatan penting di perusahaannya.

Pada periode tahun 1997-2000, Lacharrière pernah menjabat sebagai anggota dewan pengawas dari Group Casino Flo, Direktur L'Oreal, Anggota Dewan International Renault-Nissan, dan Anggota Dewan Penasihat Bank Prancis. Kesuksesan sebagai pengusaha dan eksekutif di berbagai perusahaan tidak menjadikannya sombong. Dia tetap rendah hati dan memiliki jiwa sosial tinggi.

Dia mendirikan Yayasan Keragaman Budaya pada 2006. Tujuan Lacharrière membangun yayasan ini adalah menciptakan warisan budaya kontemporer di tingkat sosial. Kegiatannya di bidang sosial, akhirnya membawa Lacharrière menjadi Ketua Dewan International Musees de France atau museum Prancis pada 1997. (sumber:Kontan.co.id)

Mereka Yang Sukses Dibawah Usia 22 Tahun


Di jaman dot com ini, sukses di usia muda adalah impian banyak orang. Nama-nama seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Michael Dell, Steve Jobs, dan Ted Turner adalah contoh mereka yang sukses mengejar mimpi mereka di usia muda. Tapi tahukah Anda banyak anak-anak muda yang usianya belum 22 tahun dan masih kuliah namun bisa menjadi seorang milyader dengan mengantongi kekayaan jutaan dolar dengan usahanya? Berikut ini adalah beberapa usahawan muda yang sukses sebelum usia 22 tahun.

Jason Brian

Di musim panas 2008, setelah kelulusan SMAnya, Jason bekerja di departemen marketing di penjualan mobil South Florida. Dia tahu pasti bahwa masa depan marketing adalah di web.

"Dengan setengah biaya, saya bisa mendapatkan hasil berlipatganda," ujar Brian. Ia membeli iklan online dan menggunakan pengoptimalan mesin pencari, dan hasilnya luar biasa. Tiga tahun kemudian, di umurnya yang ke 21, Brian mengeluarkan kurang dari 10.000 dolar dari tabungannya dan membuat website yang membuat para pelanggannya bisa memilih dan membeli mobil secara online. Web itu bernama Autocricket.com, dan berhasil menarik investor enam bulan setelah diluncurkan. Di tahun 2009 web itu menghasilkan keuntungan 1.2 juta dolar tepat waktu Brian berumur 22 tahun. Di tahun 2010 hebatnya keuntungannya berlipat menjadi 6 juta dolar.

Joshua Dziabiak

Anak berumur 18 tahun menjual perusahaan pertamanya di tahun 2005 seharga kurang lebih 1 juta dolar. Dia membeli mobil secara tunai dan sebuah TV flat, lalu sisanya ia investasikan di perusahaan lain, termasuk Showclix, usaha yang ia jual itu. Di tahun 2009 Joshua telah mengumpulkan kekayaan sekitar 1 juta dolar, dan nilai perusahaannya sekitar 2,75 juta dolar. Nilai itu berlipat ganda hingga 9 juta dolar di tahun 2010.

Daniel Gomez Iniguez

Diusianya ke 20, Daniel meluncurkan Solben, sebuah perusahaan yang mendisain dan memproduksi minyak dari tanaman untuk bahan bakar diesel. Dia menjual kepada klien pertamanya 150.000 – 75.000 dolar di depan untuk memproduksi produknya dan di ikuti 75.000 dolar pada saat dikirim. Perusahaan yang berada di Mexico ini menghasikan 1 juta dolar lebih sedikit di tahun pertamanya, dan hari ini Daniel memiliki 15 pegawai sedangkan ia sendiri baru masuk tahun pertamanya di bangku kuliah.

Anda lihat, dari 3 orang di atas adalah anak-anak muda di usia 20-an tahun yang berhasil mencapai sukses. Jika mereka bisa, Anda juga bisa.

sumber: forbes.co m
gupdi.or g

Tuesday, 29 March 2011

Seminar "MUDA, SUKSES, SIAPA BERANI?"



Promuda Entrepreneurship
Seminar “Muda, Sukses, Siapa Berani?”
bersama:
Valentino Dinsi
dan Pengusaha/Profesional Muda

Anda Akan mendapatkan:
Motivasi sukses menjadi Wirausahawan / Profesional di usia muda
Pengalaman dari Pengusaha / Profesional Muda Sukses
Ilmu cara untuk merintis SUKSES DI USIA MUDA
Gratis Kelompok Diskusi Entrepreneurship (KDE)
Gratis Snack dan Sertifikat
Gratis Lomba Bisnis Plan

KHUSUS PELAJAR / MAHASISWA

Minggu, 8 Mei 2011, 07.30 sd 12.00,
Aula balaikota Depok
Jl. Margonda Raya No 54,
samping terminal Depok

Tiket:
Rp .20.000,- tgl 11 sd 30 April 2011
Rp. 30.000,- tgl 1 sd 7 April 2011
On the Spot/di Lokasi: Rp. 50.000)

Tiket tersedia di :
-Warung Cerdas "Change"
Jl. Pemuda No. 24
Depok Lama (depan Perumahan Villa Hijau)
-Bimbel dan Private Alumni
Jl. Nusantara Raya No 302
Depan Smu 1 Depok

atau Pendaftaran
Via Transfer Rek BSM
an. muhamad ihsanur
no rek 0677003937
Konfirmasi via sms
(nama/sekolah/kampus,nomilal
tambahkan 3 digit no hp terakhir Anda)
ke:Jamil (02193216643)
contoh sms: ihsan/IPB/20.753

Informasi: Rinaldi (089636517282)
www.promuda-entrepreneurship.blogspot.com
facebook:promuda-entrepreneurship